Sekali lagi
ditekankan bahwa kreatif bukanlah sebuah bakat alami yang dibawa
seseorang sejak lahir. Namun kreatifitas muncul karena usaha dan upaya
kita menyelesaikan suatu masalah. Sebagai seorang mahasiswa, menjadi
kreator (seseorang yang kreatif) adalah mutlak. Mengapa demikian?
Berikut pendapat saya tentang kreatifitas yang mutlak harus dibangun
oleh mahasiswa.
Disaat masih menjadi mahasiswa, tidak takut membuat kegagalan. Mahasiswa
memiliki kondisi optimal untuk berkreasi dan merintis sebuah inovasi.
Dikala masih menjadi mahasiswa, upaya kreatifitas dan inovasi yang belum
menuai keberhasilan, dinilai sebagai suatu proses belajar. Orang-orang
disekitar seringkali menyatakan “ Ah, dia kan masih mahasiswa”. Tentu
saja hal ini berbalik 180 derajat saat seorang mahasiswa sudah mencapai
kelulusan. Orang tua dan orangorang disekitar memberikan tanggungjawab
untuk mampu menghasilkan pendapatan (uang) dan mengharapkan langsung
sukses.
Mahasiswa memiliki banyak peluang.
Setiap mahasiswa di Universitas Bangka Belitung ini memiliki
kesempatan yang sama untuk untuk mengikuti Program Kreatifitas Mahasiswa
yang didanai oleh DIKTI. Jika mahasiswa IPB, ITP, UGM dan kampus
lainnya berlomba-lomba memproduksi proposal dengan berbagai ide
kreatifnya baik dalam pengabdian masyarakat (PKMM), penerapan teknologi
(PKMT), penelitian (PKMP), Kewirausahaan (PKMK),penulisan ilmiah
(PKM-AI) dan gagasan tertulis (PKM-GT) belum terlihat hal yang sama di
Universitas Bangka Belitung yang kita banggakan ini. Maka dapat
dipastikan rentetan nama universitas ternama diatas yang banyak
menghiasi pengumuman pemenang PKM. Masing-masing tim berhak atas dana
berkisar antara 5 – 7 juta rupiah. Menjadi mahasiswa kreatif memang
tidak harus melalui PKM, namun saat mahasiswa tidak punya ajang melatih
kreativitasnya secara mandiri, apakah perguruan tinggi tidak akan
menghasilkan lulusan yang kreatif? Pertanyaan yang tidak mudah dijawab
karena proses belajar-mengajar bersifat multi-aspek atau dipengaruhi
oleh banyak faktor, misalnya mutu dosen, motivasi mahasiswa, kurikulum
beserta metode mengajarnya, daya dukung sarana dan prasarana
pembelajaran. Jadi rendahnya minat mengikuti PKM mungkin merupakan
kesalahan atau tanggung jawab kolektif.
Skripsi itu menyelesaikan masalah dengan kreatif. Seorang
sarjana disaat lulus nanti dituntut menjadi seseorang yang mampu
memberikan perubahan. Perubahan apakah? Perubahan pada masalah-masalah
yang terjadi baik di bidangnya maupun di masyarakat. Tentunya perubahan
yang menjadikan lebih baik dengan adanya penyelesaian masalah-masalah.
Hal itu telah dilatih dalam proses pembelajaran di kampus. Seorang calon
sarjana harus mampu melihat permasalahan yang ada dibidangnya dan mampu
memberikan solusi pemecahan masalah. Hal tersebut dituangkan dalam
sebuah penelitian dalam skripsi. Harapannya, seorang sarjana yang telah
melaksanakan skripsi dengan baik yaitu mampu melihat permasalahan dan
mampu meyelesaikannya, maka dia sudah menjadi seseorang yang kreatif.
Namun itu hanya 1 masalah dan 1 pemecahan masalah. Jika seorang
mahasiswa mau belajar untuk memecahkan lebih banyak masalah tentunya
kreatifitasnya dapat terasah.
Membangun rasa keingintahuan. Keingintahuan
seorang mahasiswa dapat dilihat saat perkuliahan dimana sebagian
mahasiswa yang telah memahami materi yang disampaikan, akan menanyakan
hal-hal yang berkaitan dengan materi. Hal ini merupakan keingintahuan
mahasiswa akan korelasi materi dengan kondisi riil yang diketahuinya.
Sebagian lagi merupakan mahasiswa yang menanyakan karena belum memahami
materi. Upaya ini memiliki nilai positif sebagai upaya mahasiswa
berusaha untuk dapat memahami materi. Yang sangat
disayangkan adalah sebagian mahasiswa meributkan dengan presensi kuliah,
selalu abstain saat sesi diskusi dan tidak mau bertanya saat belum
memahami suatu materi. Seperti halnya adik-adik kita di playgroup, taman
kanak-kanak maupun sekolah dasar, keingintahuannya sangat tinggi dalam
segala hal. Dengan begitu capaian pengetahuannya lebih banyak bertambah
dengan eksplorasi keingintahuannya. Mengapa disaat mencapai level
mahasiswa, keingintahuan itu berkurang? Pendidikan di Belanda (meski
belum kesana dan mengutip dari nuffic neso), mahasiswa di Belanda
dituntut untuk partisipatif dan berpikir memecahkan berbagai
permasalahan. Hal ini memungkinkan untuk memberikan ide-ide baru dan
banyak belajar untuk memecahan masalahnya. Inovasi dan kreatifitas
adalah hal-hal penting dalam pendidikan di Belanda.
SUDAH KREATIFKAH ANDA SEBAGAI MAHASISWA ?
Ada beberapa ciri orang kreatif yaitu :
- Berani. Seseorang berani menghadapi tantangan dengan segala resikonya. Apakah itu kegagalan ato kerugian. Sehingga seseorang memiliki kebebasan untuk berfikir dan bertindak.
- Ekspresif. Seseorang tidak takut menyatakan perasaannya dan pemikirannya. Sehingga dia memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi.
- Humor. Seseorang yang mampu merubah suasana dengan menyampaikan sesuatu dengan cara yang tidak lazim dan tidak terduga. Humor terbentuk dengan adanya daya imajinasi yang baik. Pemikiran imajinatif membuat sesuatu menjadi berbeda.
- Intuisi. Menerima intuisi sebagai aspek wajar dalam kepribadiannya. Intuisi-intuisi tersebut menjadikan seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
1. Amatilah sesuatu yang dikenal
Amatilah sesuatu dalam 10 menit dan
gambarkan kembali menurut apa yang dilihat, didengar, dirasakan dan
diaromakan. Dengan demikian kita merasa lebih mengenal sesuatu tersebut
(kayak syahrini aja pake sesuatu) dan dapat mengetahui kelebihan dan
kekurangan sesuatu tersebut.
2. Jangan menunda pekerjaan
salah saatu hal yang mengherankan
tentang ide-ide adalah bahwa otak dapat diperintah untuk bekerja dengan
autopilot (kayak sukoi pakai auto pilot). Jika Anda memberinya
gagasan-gagasan dasar dan rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan
memunculkan gagasan-gagasan yang dapat diteruskan. Namun ada
kecendrungan apabila dihadapkan pada persoalan, maka Anda akan menunda
sampai menit terakhir, dengan dalih bahwa otak akan berkerja secara
optimal kalau dalam keaadaan terdesak. Dan itu memang ada benarnya,
karena ketegangan batas waktu mempersatukan pikiran dengan baik sekali.
Tetapi Anda tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada otak untuk
menghasilkan pekerjaan yang optimal. Jika Anda mengerjakan jauh hari
sebelum batas waktu, tidak berarti ente harus merampungkan, tetapi hanya
memberi masukan yang lebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari
dimensi-dimensi lain dari keadaan yang anda hadapi.
3. Pejamkan mata dan biarkan pikiran mengembara
Berkhayal juga bisa menghasikan ide,
Dengan cara membiarkan alam tak sadar Anda mengerjakan sesuatu dan
biarkan pikiran anda mengembara akan dapat menjadi sangat efektif.
4. Ambillah sudut pandang orang lain
Artinya, Anda mencoba untuk menempatkan
diri pada posisi orang lain untuk mengetahui reaksi seseorang atas
tindakan yang Anda ambil.
5. Melakukan curah-gagasan
Dengan melakukan curah-gagasan atau
brainstorming dapat memudahkan Anda untuk mendapatkan banyak gagasan
dengan cepat. Proses ini berlandaskan anggapan bahwa sekelompok orang
yang bekerja bersama dibawah pimpinan yang baik dapat memunculkan jauh
lebih banyak ide dan kemungkinan daripada bekerja masing-masing.
6. Belajar menjadi seorang inovator yang baik
Anda harus selalu mencari, menyesuaikan
dan mengimplementasikan ide-ide, baik yang baru maupun yang lama. Anda
dapat melakukannya dengan membaca, survei, penelitian atopun diskusi.
7. Ubahlah kebiasaan dan citra diri
Untuk bisa seperti itu, jadilah orang
yang progresif, kembangkanlah atribut-atribut dan motivasi yang di
butuhkan. Tuangkanlah ide Anda dalam bentuk tulisan dan terimalah
perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka dengan
begitu biasakanlah berpikir terbuka dan fleksibel.
ardiansyah.ubb.ac.id